Tampilkan postingan dengan label kanker rahim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kanker rahim. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

Waspada kanker rahin menyebar berbagai organ tubuh



KankerRahim adalah tumor ganas pada endometrium (lapisan rahim). Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause, paling sering menyerang wanita berusia 50-60 taun.

Kanker bisa menyebar (metastase) secara lokal maupun ke berbagai organ tubuh (misalnya kanalis servikalis, tuba falopii, ovarium, daerah di sekitar rahim, sistem getah bening atau ke bagian tubuh lainnya melalui pembuluh darah).

Meskipun kanker rahim lebih dominan menyerang wanita setelah menjalani masa menopause, namun tidak mustahil pula dapat menyerang wanita muda yang tidak menjaga kebersihan organ reproduksinya, terutama sering melakukan hubungan seks bebas dengan beberapa pria atau yang juga bisa disebut selalu berganti-ganti pasangan dalam berhubungan intim.

Setiap wanita sebaiknya menjalani pemeriksaan panggul dan Pap smear secara rutin, untuk menemukan tanda-tanda pertumbuhan yang abnormal.
Wanita yang memiliki faktor resiko kanker rahim sebaiknya lebih sering menjalani pemeriksaan panggul, Pap smear dan tes penyaringan (termasuk biopsi endometrium). 

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Pengobatan kanker rahim dengan metode Terapi penyinaran




Untuk pengobatan kanker rahim selaindari cara pembedahan dapat juga dilakukan dengan cara terapi penyinaran (radiasi) digunakan sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker. Terapi penyinaran merupakan terapi lokal, hanya menyerang sel-sel kanker di daerah yang disinari.

Pada stadium I, II atau III dilakukan terapi penyinaran dan pembedahan. Penyinaran bisa dilakukan sebelum pembedahan (untuk memperkecil ukuran tumor) atau setelah pembedahan (untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa).

Ada 2 jenis terjapi penyinaran yang digunakan untuk mengobati kanker rahim:
-      Radiasi eksternal :
digunakan sebuah mesin radiasi yang besar untuk mengarahkan sinar ke daerah tumor. Penyinaran biasanya dilakukan sebanyak 5 kali/minggu selama beberapa minggu dan penderita tidak perlu dirawat di rumah sakit. Pada radiasi eksternal tidak ada zat radioaktif yang dimasukkan ke dalam tubuh.
-      Radiasi internal :
-      digunakan sebuah selang kecil yang mengandung suatu zat radioaktif, yang dimasukkan melalui vagina dan dibiarkan selama beberapa hari. Selama menjalani radiasi internal, penderita dirawat di rumah sakit.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Pengobatan kanker rahim dengan metode pembedahan




Kankerrahim adalah penyakit yang sangat di takuti oleh para wanita usia berapapun namun yang paling mengertikan adalah kanker rahim ini dapat menyebar ke bagian organ tubuh tertentu yang ada di aekitar rahim tersebut.

Pemilihan pengobatan tergantung kepada ukuran tumor, stadium, pengaruh hormon terhadap pertumbuhan tumor dan kecepatan pertumbuhan tumor serta usia dan keadaan umum penderita.

Metode pengobatan kanker rahim dapat dilakukan dengan berbagai macam cara dari cara medis maupun cara tradisional bahkan menggunakan cara herbal pun bisa dilakukan. Tapi cara tradisional dan cara herbal membutuhkan waktu yang sangat panjang dan juga tergantung dari penderita tersebut cocok atau tidaknya.

Pembedahan adalah cara yang dilakukan oleh para medis untuk melakukan berbagai pengobatan termasuk dalam pengobatan kanker rahim. Kebanyakan penderita akan menjalani histerektomi (pengangkatan rahim). Kedua tuba falopii dan ovarium juga diangkat (salpingo-ooforektomi bilateral) karena sel-sel tumor bisa menyebar ke ovarium dan sel-sel kanker dorman (tidak aktif) yang mungkin tertinggal kemungkinan akan terangsang oleh estrogen yang dihasilkan oleh ovarium.

Jika ditemukan sel-sel kanker di dalam kelenjar getah bening di sekitar tumor, maka kelenjar getah bening tersebut juga diangkat. Jika sel kanker telah ditemukan di dalam kelenjar getah bening, maka kemungkinan kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jika sel kanker belum menyebar ke luar endometrium (lapisan rahim), maka penderita tidak perlu menjalani pengobatan lainnya.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Kemoterapi pada penderita kanker rahim



Dalam mengobati kanker rahim memang butuh banyak usaha dan doa untuk benar-benar sembuh dari penyakit ini. Pasalnya kanker rahim adalah tumor ganas yang menggerogoti organ dalam wanita.

Selain itu banyak faktor resiko yang dapat membuat berbagai macam untuk kehilangan harapan salah satunya adalah dapat mengalami kemanduolan apabila kanker rahim tersebut sudah terlalu ganas makan penderita harus melakukan pengangkatan rahimnya sehingga tidak dapat hamil.

Kemoterapi Pada terapi hormonal digunakan zat yang mampu mencegah sampainya hormon ke sel kanker dan mencegah pemakaian hormon oleh sel kanker. Hormon bisa menempel pada reseptor hormon dan menyebabkan perubahan di dalam jaringan rahim.

Sebelum dilakukan terapi hormon, penderita menjalani tes reseptor hormon. Jika jaringan memiliki reseptor, maka kemungkinan besar penderita akan memberikan respon terhadap terapi hormonal. Terapi hormonal merupakan terapi sistemik karena bisa mempengaruhi sel-sel di seluruh tubuh. Pada terapi hormonal biasanya digunakan pil progesteron.

Terapi hormonal dilakukan pada:
-      penderita kanker rahim yang tidak mungkin menjalani pembedahan ataupun terapi penyinaran
-      penderita yang kankernya telah menyebar ke paru-paru atau organ tubuh lainnya
-      penderita yang kanker rahimnya kembali kambuh.
Jika kanker telah menyebar atau tidak memberikan respon terhadap terapi hormonal, maka diberikan obat kemoterapi lain, yaitu siklofosfamid, doksorubisin dan sisplastin. 

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Hal mengenai wanita dan kanker rahim



Kankerrahim menjadi penyakit yang menakutkan sekaligus mematikan bagi banyak orang, kanker rahim adalah tumor ganas yang ada pada lapisan rahim (endometrium) dan banyak menyerang kaum wanita namun biasanya terjadi setelah wanita mengalami masa menopause, kanker bisa menyebar ke berbagai bagian tubuh misalnya tuba falopi, ovarium, ke daerah sekitar rahim, ke sistem getah bening dan tubuh lainnya melalui pembuluh darah.

Wanita yang telah menjalani histerektomi tidak akan mengalami menstruasi dan tidak dapat hamil lagi. Jika ovarium juga diangkat, maka penderita juga mengalami menopause. Hot flashes dan gejala menopause lainnya akibat histerektomi biasanya lebih berat dibandingkan dengan gejala yang timbul karena menopause alami.

Pada beberapa penderita, histerektomi bisa mempengaruhi hubungan seksual. Penderita merasakan kehilangan sehingga mengalami kesulitan dalam melakukan hubungan seksual.

Wanita yang mengkonsumsi progesteron bisa mengalami peningkatan nafsu makan, penimbunan cairan dan penambahan berat badan. Jika masih mengalami menstruasi, maka siklusnya bisa mengalami perubahan.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Faktor resiko kanker rahim




Wanita yang menderita kanker rahim tampaknya memiliki faktor resiko tertentu. (faktor resiko adalah sesuatu yang menyebabkan bertambahnya kemungkinan seseorang untuk menderita suatu penyakit).

Wanita yang memiliki faktor resiko tidak selalu menderita kanker rahim, sebaliknya banyak penderita kanker rahim yang tidak memiliki faktor resiko. Kadang tidak dapat dijelaskan mengapa seorang wanita menderita kanker rahim sedangkan wanita yang lainnya tidak.

Gejalanya bisa berupa:
-      Perdarahan rahim yang abnormal
-      Siklus menstruasi yang abnormal
-      Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi (pada wanita yang masih mengalami menstruasi)
-      Perdarahan
-      atau spotting pada wanita pasca menopause
-      Perdarahan yang sangat lama, berat dan sering (pada wanita yang berusia diatas 40 tahun)
-      Nyeri perut bagian bawah atau kram panggul
-      Keluar cairan putih yang encer atau jernih (pada wanita pasca menopause)
-      Nyeri atau kesulitan dalam berkemih
-      Nyeri ketika melakukan hubungan seksual.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Minggu, 09 Maret 2014

Efek samping pada pengobatan kanker rahim



Pengobatan kanker rahim bisa menyebabkan kerusakan pada sel dan jaringan yang sehat, karena itu bisa menimbulkan beberapa efek samping yang tidak diharapkan. Efek samping tersebut tergantung kepada berbagai faktor, diantaranya jenis dan luasnya pengobatan.

Setelah menjalani histerektomi, penderita biasanya mengalami nyeri dan merasa sangat lelah. Kebanyakan penderita akan kembali menjalani aktivitasnya yang normal dalam waktu 4-8 minggu setelah pembedahan.
Beberapa penderita mengalami mual dan muntah serta gangguan berkemih dan buang air besar.

Efek samping dari terapi penyinaran sangat tergantung kepada dosis dan bagian tubuh yang disinari. Biasanya kulit menjadi kering dan merah, rambut di daerah yang disinari mengalami kerontokan, nafsu makan berkurang dan kelelahan yang luar biasa. Beberapa penderita merasakan gatal-gatal, kekeringan dan perih pada vaginanya.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Beberapa faktor penyebab kanker rahim



Ada beberapa penyebab dari kanker rahim ini antara lain berhubungan intim di bawah usia 17 tahun. Namun faktor risiko utama yang terkait dalam penyakit ini adalah Human Papilloma Virus (HPV).

Virus ini bersifat onkogenik yaitu sel-sel yang dapat menyebabkan kanker. HPV ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui penggunaan barang pribadi yang bersamaan, misalnya penggunaan handuk bersama, pakaian, atau barang lain yang terkontaminasi.

Faktor penyebab kanker rahim :
-      Sering berganti ganti pasangan seksual
-      Berhubungan badan ketika usia muda
-      Kebiasaan merokok
-      Melahirkan banyak anak
-      Diet rendah lemak
-      Kurangnya asupan vitamin
-      Sembarangan menggunakan antiseptic
-      Suka menabur bedak pada vagina

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Bagaimana menentukan stadium kanker rahim?



Kankerrahim adalah jenis tumor ganas yang membuat para wanita menjadi khawatir dan takut akan penyakit tersebut. Kanker rahim akan menyerang wanita yang telah mengalami masa meneposenya sekitar usia 50 sampai 60 tahun.

Penyebabnya yang pasti tidak diketahui, tetapi tampaknya penyakit ini melibatkan peningkatan kadar estrogen. Salah satu fungsi estrogen yang normal adalah merangsang pembentukan lapisan epitel pada rahim. Sejumlah besar estrogen yang disuntikkan kepada hewan percobaan di laboratorium menyebabkan hiperplasia endometrium dan kanker.

Menentukan stadium kanker rahim:
-      Stadium I : kanker hanya tumbuh di badan rahim
-      Stadium II : kanker telah menyebar ke leher rahim (serviks)
-      Stadium III : kanker telah menyebar ke luar rahim, tetapi masih di dalam rongga panggul dan belum menyerang kandung kemih maupun rektum. Kelenjar getah bening panggul mungkin mengandung sel-sel kanker.
-      Stadium IV : kanker telah menyebar ke dalam kandung kemih atau rektum atau kanker telah menyebar ke luar rongga panggul.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Apa yang di maksud dengan kanker rahim?



Rahim adalah organ reproduksi betina yang utama pada kebanyakan mamalia. Kanker rahim adalah tumor ganas pada lapisan rahim (endometrium). Kanker rahim biasanya terjadi setelah masa menopause dan sering menyrang wanita yang berusia 50-60 tahun.

Kankerrahim dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh seperti indung telur, saluran telur dan sistem getah bening. Penyebab kanker rahim kebiasaan hidup yang kurang baik serta kurang memperhatikan kebersihan dan keseimbangan pH pada organ intimnya.

Salah satu contoh terlalu sering mencuci vagina atau organ intim dengan menggunakan sabun antiseptik, keputihan yang tidak normal, jarang mengganti pembalut ketika sedang menstruasi, tidak langsung membersihkan organ intim ketika usai melakukan aktivitas seksual.

Kebersihan daerah orgam intim itu sangatlah penting selain untuk menunjang perkembangan kesuburan organ reproduksi, juga dapat mencegah dari berbagai penyakit kelamin yang menular. Selalu jaga dan memperhatikan alat reproduksi anda agar hidup andapun selalu nyaman.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital


 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.

Apa saja pengobatan dan gejala kanker rahim?



Pada tahap awal kanker rahim, jika penyebaran kanker tidak terlalu canggih, dokter akan mencoba untuk menghapus sel-sel kanker dari rahim wanita. Jika penyakit itu telah berkembang, secara umum ada beberapa operasi bersama dengan kemoterapi atau radioterapi. Hal ini membantu untuk menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker di bagian lain dari tubuh.

Pengobatan alternatif juga ada untuk kanker rahim:
-       Mengikuti jenis khusus diet.
-       Akupunktur.
-       Bermeditasi juga membantu.
-       Mengambil jumlah yang cukup vitamin.
-       Visualisasi dan penyembuhan Spiritual.

Gejala kanker rahim:
-       Nyeri di daerah panggul.
-       Nyeri saat kencing.
-       Pendarahan dari daerah vagina.
-       Kesulitan saat kencing.
-       Keluarnya cairan dari vagina di luar masa haid
-       Nyeri ketika berhubungan seksual.


Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.


Penelitian telah menemukan beberapa faktor resiko pada kanker rahim:
1.      Usia
Kanker uterus terutama menyeranga wanita berusia 50 tahun keatas.
2.     Hiperplasia endometrium
3.     Terapi Sulih Hormon (TSH)
TSH digunakan untuk mengatasi gejala-gejala menopause, mencegah osteoporosis dan mengurangi resiko penyakit jantung atau stroke.
Wanita yang mengkonsumsi estrogen tanpa progesteron memiliki resiko yang lebih tinggi. Pemakaian estrogen dosis tinggi dan jangka panjang tampaknya mempertinggi resiko ini.
Wanita yang mengkonsumsi estrogen dan progesteron memiliki resiko yang lebih rendah karena progesteron melindungi rahim.
4.     Obesitas
Tubuh membuat sebagian estrogen di dalam jaringan lemak sehingga wanita yang gemuk memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi. Tingginya kadar estrogen merupakan penyebab meningkatnya resiko kanker rahim pada wanita obes.
5.     Diabetes (kencing manis)
6.     Hipertensi (tekanan darah tinggi)
7.     Tamoksifen
Wanita yang mengkonsumsi tamoksifen untuk mencegah atau mengobati kanker payudara memiliki resiko yang lebih tinggi. Resiko ini tampaknya berhubungan dengan efek tamoksifen yang menyerupai estrogen terhadap rahim.
Keuntungan yang diperoleh dari tamoksifen lebih besar daripada resiko terjadinya kanker lain, tetapi setiap wanita memberikan reaksi yang berlainan.
8.     Ras
Kanker rahim lebih sering ditemukan pada wanita kulit putih.
9.     Kanker kolorektal
10.   Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun
11.    Menopause setelah usia 52 tahun
12.   Tidak memiliki anak
13.   Kemandulan
14.   enyakit ovarium polikista
15.   Polip endometrium.

Sekian informasi mengenai penyakit Ginekologi, untuk lebih jelas dan apabila ada pertanyaan yang ingin disampaikan silahkan klik kolom “konsultasi Dokter Online” di bawah ini. Terima kasih.

article from: ginekologihospital

 Peringatan : jika kamu merasa artikel kami belum jelas atau anda ada pertanyaan lain, maka anda bisa klik Konsultasi online , dimana pakar kami akan menjawab pertanyaan anda, atau hubungi nomor 021-6911921/2. Metropole Hospital Jakarta berharap semoga anda senantiasa sehat.